Klub raksasa Premier League, Manchester City, dilaporkan telah mencapai kesepakatan bernilai fantastis dengan Nottingham Forest untuk memboyong gelandang mereka, Elliot Anderson. Langkah agresif ini tidak hanya memperkuat skuad The Blues di bawah nakhoda baru Enzo Maresca, tetapi juga mulai memicu efek domino yang meresahkan bagi para klub rival di bursa transfer musim panas.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, nilai transfer pemain berkebangsaan Inggris tersebut akhirnya disepakati pada angka 116 juta poundsterling. Meskipun angka ini lebih rendah dari rumor awal yang sempat menyentuh 130 juta poundsterling, nominal tersebut tetap menyamai rekor pembelian Florian Wirtz oleh Liverpool tahun lalu dan hanya terpaut 11 juta poundsterling lebih mahal daripada saat Arsenal mendatangkan Declan Rice tiga tahun silam.
Menurut laporan sejumlah media di Inggris, keberhasilan Direktur Olahraga baru Manchester City, Hugo Viana, dalam mengamankan target utamanya ini langsung memicu kepanikan di kubu rival. Salah satu dampak instan dirasakan oleh Arsenal yang tengah membidik gelandang Aston Villa, Morgan Rogers. Pihak Aston Villa kabarnya langsung mendongkrak banderol Rogers hingga 130 juta poundsterling dengan dalih bahwa sang pemain memiliki kualitas yang lebih baik daripada Elliot Anderson.
Dari pengamatan tim redaksi, situasi ini jelas menjadi cobaan berat bagi manajer Arsenal, Mikel Arteta, beserta tim rekrutmennya. Walaupun Arsenal bisa saja berargumen bahwa Elliot Anderson memiliki nilai lebih karena sudah menembus skuad utama tim nasional Inggris di Piala Dunia sementara Morgan Rogers belum, patokan harga yang dipicu oleh aktivitas transfer Manchester City ini telanjur menjadi standar baru yang menyulitkan.
Selain Arsenal, sejumlah klub papan atas lain seperti Manchester United dan Tottenham Hotspur yang juga sedang berburu gelandang baru diprediksi akan terkena imbas inflasi harga ini. Chelsea pun kemungkinan harus menghadapi situasi serupa jika Enzo Fernandez benar-benar merealisasikan keinginannya untuk hengkang pada musim panas ini.
Keberhasilan Hugo Viana merampungkan transfer besar ini di awal musim panas dinilai memberikan keuntungan psikologis ganda bagi Manchester City. Pasca kegagalan mempertahankan gelar juara Premier League yang direbut oleh Arsenal musim lalu, pergerakan cepat ini tidak hanya mengurangi tekanan internal di Etihad Stadium, melainkan berhasil memindahkan tekanan tersebut ke pundak para pesaingnya.