Tottenham Hotspur Stadium baru saja memecahkan rekor jumlah penonton konser minggu ini. Berdasarkan pantauan redaksi, lonjakan pendapatan non-sepak bola inilah yang menjadi alasan utama mengapa klub asal London Utara tersebut mampu menggelontorkan dana besar pada bursa transfer musim panas ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan keuangan klub, Spurs telah menghabiskan dana fantastis sebesar £237 juta untuk mendatangkan tiga pemain baru. Sandro Tonali menjadi pembelian termahal sepanjang sejarah klub senilai £100 juta dari Newcastle, disusul Mateus Fernandes seharga £85 juta dari West Ham, dan bek tengah Jan Paul van Hecke senilai £52 juta dari Brighton.
Langkah agresif Tottenham Hotspur dalam membangun skuad yang kompetitif untuk manajer Roberto De Zerbi ternyata memicu kemarahan fans rival. Banyak klub Premier League lain yang saat ini justru sedang berjuang keras untuk mematuhi aturan profitabilitas dan keberlanjutan (PSR).
Mantan striker Newcastle, Alan Shearer, turut mengkritik regulasi ini. "Ini adalah argumen saya mengenai aturan belanja klub saat ini. Anda melihat tim yang finis di peringkat ke-17 dua kali berturut-turut, namun mereka bisa mengalahkan semua orang dalam hal uang, sementara Newcastle tidak bisa. Newcastle harus menjual pemain muda terbaik mereka untuk mematuhi aturan," ujarnya saat berbicara kepada BBC.
Dari pengamatan tim redaksi, Spurs memiliki ruang belanja yang jauh lebih besar karena memiliki rasio gaji terhadap pendapatan terendah di Premier League. Hal ini didukung oleh pemasukan masif tahunan dari stadion dan sponsor. Selain itu, mereka tercatat lolos ke kompetisi Eropa dalam 10 dari 12 musim terakhir.
Konser megah dari superstar K-Pop, BTS, pada Senin malam berhasil menyedot 65.000 penonton sekaligus menjadi rekor tertinggi untuk acara musik di stadion tersebut. Panggung 360 derajat yang spektakuler memungkinkan kapasitas bertambah sekitar 3.000 kursi lebih banyak dibandingkan saat menggelar pertandingan sepak bola atau NFL.
Berdasarkan data industri, Tottenham Hotspur kini diperkirakan meraup keuntungan antara £60 juta hingga £80 juta per tahun murni dari penyelenggaraan acara non-olahraga. Angka ini belum termasuk pendapatan rata-rata pertandingan Premier League yang mencapai £5 juta per laga, menegaskan posisi mereka sebagai salah satu klub paling sehat secara finansial.