Zona EPL Zona EPL
/home / transfer / Alasan De Zerbi Minta Tottenham...
TRANSFER

Alasan De Zerbi Minta Tottenham Belanja Sandro Tonali dan Fernandes

Sandro Tonali dan Mateus Fernandes bersiap menjalani sesi latihan pramusim bersama Tottenham Hotspur

Sandro Tonali dan Mateus Fernandes bersiap menjalani sesi latihan pramusim bersama Tottenham Hotspur

Roberto De Zerbi akan segera memulai kerja kerasnya bersama dua rekrutan anyar Tottenham Hotspur, Sandro Tonali dan Mateus Fernandes. Berdasarkan pantauan redaksi, keputusan Spurs menggelontorkan dana fantastis mencapai £185 juta untuk mendatangkan kedua gelandang tersebut didasari oleh kebutuhan mendesak De Zerbi dalam merombak gaya permainan tim di London Utara.

Klub berjuluk The Lilywhites tersebut dilaporkan memecahkan rekor transfer mereka untuk memboyong Fernandes dari West Ham seharga £85 juta, tepat saat sang pemain menginjak usia 22 tahun. Tak lama berselang, menurut catatan tim redaksi, Tottenham kembali memecahkan rekor tersebut demi mengamankan jasa Tonali dari Newcastle dalam kesepakatan yang nilainya bisa mencapai £100 juta.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi di pusat latihan Hotspur Way, Fernandes sudah mulai mengikuti tes pramusim dan latihan fisik di gimnasium bersama para pemain yang tidak berlaga di World Cup. Sementara itu, keterlibatan Tonali dalam sesi latihan intensif ini dilaporkan masih menunggu penyelesaian formal terkait izin kerja di Inggris.

Langkah berani Tottenham di bursa transfer kali ini bukan tanpa alasan taktis yang kuat. Menurut De Zerbi, kunci utama dari filosofi sepak bolanya musim depan adalah kemampuan mempertahankan bola dan mendistribusikannya dengan tepat, sebuah aspek yang menjadi kelemahan besar Spurs ketika finis di peringkat ke-17 dalam dua musim terakhir. Taktik andalan pria Italia ini adalah memancing tekanan lawan dari lini belakang sebelum melewati mereka lewat umpan-umpan akurat.

Dalam sebuah wawancara sebelum masa liburannya, De Zerbi menegaskan ambisinya untuk meningkatkan kualitas permainan anak asuhnya di kompleks latihan Enfield. "Saya ingin meningkatkan kualitas permainan, pastinya. Saya ingin memperbaiki proses build-up karena biasanya Anda hanya fokus pada 30 meter terakhir, tetapi Anda bisa meningkatkan 30 meter terakhir itu jika bermain lebih baik di 70 meter pertama," ujarnya.

Lebih lanjut, mantan pelatih Brighton itu menjelaskan fokus latihannya menjelang musim baru bergulir. "Dalam build-up, kami harus meningkatkan penguasaan bola, kami harus meningkatkan kontrol permainan, dan tentu saja dalam penyelesaian akhir, umpan terakhir, assist, serta banyak hal lainnya. Kami memiliki waktu sekarang untuk mengatur peningkatan permainan tersebut," kata De Zerbi.

Berdasarkan data statistik dari BOYLE Sports, kemampuan Tonali dan Fernandes diproyeksikan bakal langsung mendongkrak kualitas lini tengah Spurs. Tonali tercatat melepaskan rata-rata 46,7 umpan per 90 menit, angka tertinggi dibanding gelandang Tottenham lainnya musim lalu. Di sisi lain, Fernandes mencatatkan 40,7 umpan per 90 menit dengan tingkat akurasi impresif mencapai 87,5%, menjadikannya yang paling akurat di skuad.

Selain unggul dalam penguasaan bola, kedua pemain baru ini juga piawai dalam melepaskan umpan progresif yang membelah pertahanan lawan. Fernandes memimpin dengan rata-rata 6,5 umpan progresif per 90 menit saat masih berseragam West Ham, disusul Tonali dengan 6,0 umpan. Statistik ini jauh melampaui catatan Joao Palhinha yang menjadi gelandang terbaik Spurs musim lalu dengan hanya mengemas 4,5 umpan progresif per laga.

Keunggulan serupa juga terlihat di sepertiga akhir lapangan, di mana Fernandes dan Tonali masing-masing mencatatkan 3,7 dan 3,3 umpan progresif. Dari pantauan redaksi, performa impresif ini diyakini akan menjadikan duet anyar senilai £185 juta tersebut sebagai poros utama dalam skema revolusioner yang diusung oleh Roberto De Zerbi pada musim kompetisi mendatang.

Koresponden Sepak Bola Eropa

Gavin membawa perspektif kontinental ke sepak bola Inggris. Setelah tinggal di Spanyol, Jerman, dan Italia, ia memahami nuansa taktik yang membedakan setiap liga. Kini berbasis di London, ia meliput bagaimana klub-klub Premier League bersaing di panggung Eropa, dengan fokus khusus pada transfer, analisis Liga Champions, dan pasar sepak bola global.