Zona EPL Zona EPL
/home / transfer / Ironi Transfer Harry Kane dan...
TRANSFER

Ironi Transfer Harry Kane dan Cristian Romero Usai Spurs Belanja Besar

Harry Kane dan Cristian Romero dalam balutan seragam Tottenham Hotspur

Harry Kane dan Cristian Romero dalam balutan seragam Tottenham Hotspur

Sebuah ironi besar kini tengah menyelimuti Tottenham Hotspur. Setelah bertahun-tahun dikritik karena dinilai kurang ambisius oleh para bintangnya sendiri, klub asal London Utara tersebut justru mendadak bangkit dan menggebrak bursa transfer musim panas dengan menggelontorkan dana fantastis mencapai 237 juta poundsterling.

Berdasarkan laporan jurnalis senior Alasdair Gold dari football.london, pergerakan masif Spurs saat ini tentu memicu tanda tanya besar di benak Harry Kane dan Cristian Romero. Jauh sebelum memutuskan hengkang ke Bayern Munich pada 2023 silam, Kane telah berulang kali menginginkan pihak manajemen untuk menunjukkan ambisi nyata dalam memburu gelar juara, bukan sekadar membangun stadion megah.

Menurut catatan sejarah klub, Harry Kane sempat terjebak dalam kontrak jangka panjang selama empat tahun pasca-kepergian Mauricio Pochettino. Selama periode tersebut, dari pantauan redaksi, sang penyerang timnas Inggris harus menyaksikan klub bergonta-ganti manajer seperti mengganti pakaian dalam, tanpa pernah mendatangkan pemain kelas dunia akibat struktur gaji yang teramat ketat.

Setelah kepergian Harry Kane ke Jerman, Cristian Romero menjadi sosok bintang berikutnya yang vokal mengkritik hierarki klub. Melalui akun media sosial pribadinya, bek asal Argentina tersebut sempat melontarkan sindiran tajam kepada manajemen Spurs yang dinilai hanya muncul saat kondisi tim sedang baik dan kerap menyembunyikan kebohongan di saat krisis melanda.

Namun situasi kini berbalik 180 derajat setelah Ange Postecoglou didepak dan posisi manajer beralih ke tangan Roberto De Zerbi. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa Tottenham Hotspur akhirnya berani mendobrak batas struktur gaji mereka demi memfasilitasi perombakan skuat besar-besaran, meski musim ini mereka harus absen dari kompetisi Eropa.

Spurs dilaporkan sukses merampungkan transfer Mateus Fernandes senilai 85 juta poundsterling, yang rekornya akan segera dipecahkan oleh kedatangan Sandro Tonali dari Newcastle United senilai 100 juta poundsterling. Sebelumnya, mereka juga telah mengamankan tanda tangan Jan Paul van Hecke dari Brighton seharga 52 juta poundsterling, serta mendatangkan Andy Robertson, Marcos Senesi, dan Martin Dubravka secara gratis.

Ironisnya, kebangkitan finansial dan ambisi belanja Spurs ini justru terjadi di saat Cristian Romero di ambang pintu keluar stadion. Berdasarkan situasi di bursa transfer, kehadiran Jan Paul van Hecke yang merupakan anak asuh favorit Roberto De Zerbi diproyeksikan kuat untuk menggantikan posisi Romero di sektor kanan pertahanan.

Meskipun pintu keluar kini terbuka lebar dengan ketertarikan dari klub-klub Spanyol seperti Barcelona dan Atletico Madrid, proses kepindahan sang juara dunia dipastikan tidak akan mudah. Mengingat Romero masih menyisakan kontrak tiga tahun, manajemen Tottenham Hotspur diyakini tidak akan melepas kapten mereka dengan harga murah, berkaca pada nilai transfer Van Hecke dan Luka Vuskovic yang melambung tinggi.

Koresponden Sepak Bola Eropa

Gavin membawa perspektif kontinental ke sepak bola Inggris. Setelah tinggal di Spanyol, Jerman, dan Italia, ia memahami nuansa taktik yang membedakan setiap liga. Kini berbasis di London, ia meliput bagaimana klub-klub Premier League bersaing di panggung Eropa, dengan fokus khusus pada transfer, analisis Liga Champions, dan pasar sepak bola global.