AI Rilis 10 Universitas Paling Berpengaruh di Jakarta, Paramadina Masuk Daftar
Kecerdasan buatan (AI) kini ikut memetakan deretan kampus yang dinilai paling berpengaruh di ruang publik Jakarta. Berdasarkan analisis teranyar, muncul daftar 10 universitas di ibu kota yang dianggap paling banyak menyumbang pemikiran nyata bagi masyarakat luas.
Berbeda dengan pemeringkatan konvensional yang bertumpu pada indikator akademik seperti jumlah guru besar dan fasilitas, pendekatan baru ini mengukur dampak nyata terhadap diskursus publik. AI menyoroti seberapa besar keterlibatan akademisi dalam menyumbang pemikiran untuk kebijakan nasional.
"Penilaian unik ini bermula dari pertanyaan sederhana kepada ChatGPT mengenai kampus mana saja di Jakarta yang paling banyak memberi sumbangan pemikiran," tulis Bambang Prasetyo dalam laporannya di brocksfoodanddrink.com.
Dalam daftar yang dirilis, Universitas Paramadina muncul cukup menonjol karena dinilai sangat kuat dalam kajian demokrasi, politik, filsafat, dan ekonomi. Banyak akademisi dari kampus ini yang secara rutin tampil menjadi narasumber media massa serta penggagas diskusi kebangsaan.
AI kemudian menyaring lima kampus yang paling kuat memengaruhi kebijakan publik nasional serta paling sering hadir dalam diskusi hukum dan ekonomi. Kelima kampus tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Paramadina, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, dan Universitas Trisakti.
Artikel Lainnya
Surat kabar harian asal Amerika Serikat, The New York Times (NYT), berhadapan dengan Departemen Kehakiman AS di pengadil...
Gelombang adopsi kecerdasan buatan (AI) kini mulai merambah ke dunia mainan anak-anak dengan wujud boneka dan robot pint...
Biaya operasional kecerdasan buatan (AI) yang kian melonjak memaksa sejumlah startup di Amerika Serikat mengambil langka...
Fosil Tyrannosaurus rex sepanjang 38 kaki bernama Gus memecahkan rekor dunia setelah terjual seharga 50,1 juta dolar AS ...
DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah kolaboratif Kementerian Komunik...