AS Disebut Bakal Kembalikan Status Dagang Spesial Hong Kong, Sinyal Hubungan Membaik dengan China
Kementerian Perdagangan China memberikan sinyal bahwa Amerika Serikat (AS) akan memulihkan hak istimewa perdagangan bagi Hong Kong. Washington mengonfirmasi tidak akan memperpanjang perintah eksekutif yang mencabut status perdagangan khusus kota tersebut.
Komitmen terkait isu Hong Kong ini dicapai dalam pembicaraan perdagangan AS-China di Madrid tahun lalu. Kementerian Perdagangan China menyatakan Perintah Eksekutif Presiden tentang Normalisasi Hong Kong kini resmi berakhir.
"Kami melihat ini sebagai konfirmasi bahwa kebijakan AS mulai bergeser ke arah yang lebih positif," sebut perwakilan Kementerian Perdagangan China dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2026).
Di sisi lain, Kantor Pengawasan Aset Asing AS (OFAC) menyatakan status darurat nasional dalam perintah eksekutif tersebut telah berakhir. Imbasnya, nama Pemimpin Hong Kong John Lee dan pendahulunya, Carrie Lam, dihapus dari daftar sanksi awal, meski kini dialihkan ke daftar sanksi undang-undang lain.
Keputusan Washington ini keluar dua bulan setelah pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden Xi Jinping di Beijing. Hubungan kedua negara terus menghangat menjelang rencana kunjungan kenegaraan Xi Jinping ke AS pada akhir tahun ini.
Artikel Lainnya
Media ternama NPR kembali meluncurkan program podcast unggulannya, Planet Money Summer School. Musim terbaru ini membeda...
Presiden AS Donald Trump resmi memberlakukan tarif impor sebesar 50% pada sebagian besar produk asal Kanada dengan tuduh...
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan mengubah skema jatah bagasi gratis untuk seluruh penumpang dari sistem berat tota...
Platform pasar prediksi Kalshi mencatatkan lonjakan transaksi taruhan Piala Dunia hingga mencapai USD 40 miliar, jauh me...
Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) memicu kontroversi setelah meluncurkan desain koin peringatan 1 dolar AS berwa...