Rabu, 22 Juli 2026

Inflasi AS Turun Tajam Juni 2026, Potensi Lonjak Lagi Akibat Konflik Iran

Inflasi di Amerika Serikat dilaporkan melandai tajam pada Juni 2026 menjadi 3,5% didorong oleh penurunan harga energi dan bensin pasca-gencatan senjata tentatif dengan Iran. Meski demikian, para analis memperkirakan pelandaian ini hanya sementara menyusul berakhirnya gencatan senjata dan memanasnya kembali situasi di Selat Hormuz pada Juli ini.

Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan inflasi indeks harga konsumen (CPI) tahunan melandai tajam ke angka 3,5% pada Juni 2026. Angka ini turun signifikan dibandingkan bulan Mei yang sempat menyentuh 4,2%, titik tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Penurunan tajam harga energi menjadi faktor utama yang meredam laju inflasi, di mana harga bensin reguler per galon pada akhir Juni tercatat 71 sen lebih murah dari puncak harga di bulan Mei. Tren penurunan ini terjadi setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata tentatif beberapa waktu lalu.

Namun, pelandaian inflasi ini diprediksi tidak bertahan lama akibat eskalasi konflik terbaru. Analisis GasBuddy menunjukkan harga minyak mentah kini merangkak naik menyusul berakhirnya gencatan senjata bulan ini, ditambah klaim Iran yang kembali menutup Selat Hormuz.

"Kita mungkin hanya berjarak seminggu dari melihat rata-rata harga bensin nasional menyentuh USD 4. Pesta penurunan CPI bulan Juni tampaknya akan hancur pada bulan Juli," ujar Analis GasBuddy, Patrick De Haan.

Ketegangan kian memuncak setelah militer AS mengumumkan akan memberlakukan kembali blokade terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz. Sementara itu, Presiden Donald Trump juga menyatakan rencananya untuk mengenakan tarif tol sebesar 20% bagi seluruh kargo yang melewati jalur laut strategis tersebut.

Di sisi lain, pergerakan inflasi inti AS yang tidak termasuk sektor makanan dan energi tercatat stabil di angka 2,6% pada Juni. Data teranyar ini menjadi sorotan utama di Kongres saat Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, memulai kesaksiannya guna menentukan arah suku bunga acuan menjelang akhir tahun.

Sumber: Diolah dari laporan NPR (National Public Radio) dan data Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat, 14 Juli 2026.
Redaksi PeachyTrip
Redaksi PeachyTrip
Tim redaksi PeachyTrip News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi PeachyTrip adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.