Kamis, 23 Juli 2026

Ekonomi China Mulai Melambat, Dampak Krisis Properti dan Pengangguran Muda

Pertumbuhan ekonomi China yang sempat melesat tajam kini mulai menghadapi tantangan serius khas negara maju. Strategi 'engineering state' atau perencanaan terpusat yang masif memicu overbuilding di sektor properti dan lonjakan pengangguran di kalangan generasi muda.

Pertumbuhan ekonomi luar biasa China selama 50 tahun terakhir kini mulai membentur dinding pembatas. Ambisi pemerintah dalam membangun infrastruktur masif justru membawa negara tersebut masuk ke dalam pusaran krisis properti dan pengangguran usia muda.

Dalam laporan terbaru podcast Planet Money Summer School oleh NPR, Rabu (15/7), para ahli menyoroti konsep "engineering state". Konsep ini merupakan pola pikir perencanaan terpusat di mana para pemimpin meyakini mereka bisa merekayasa jalan keluar dari setiap masalah ekonomi.

"China telah menjadi pabrik dunia berkat eksperimen besar pemerintah, namun kini mereka harus menghadapi efek samping dari kesuksesan tersebut," ujar Robert Smith, pemandu acara Planet Money dalam laporannya.

Sektor properti yang sempat menjadi mesin kekayaan para developer pada era boom tahun 2000-an kini mengalami overbuilding atau surplus bangunan. Ketidakseimbangan ini menyebabkan fenomena "malinvestment" di mana investasi yang dikucurkan tidak lagi menghasilkan keuntungan ekonomi yang produktif.

Dampak pelambatan ini paling dirasakan oleh generasi muda China yang kesulitan mendapatkan pekerjaan kantoran (white-collar). Beberapa dari mereka bahkan memilih untuk keluar sepenuhnya dari pasar tenaga kerja karena putus asa dengan prospek masa depan.

Sumber: Diolah dari laporan investigasi Planet Money (NPR) bertajuk 'Building things and breaking things in China', 15 Juli 2026.
Redaksi PeachyTrip
Redaksi PeachyTrip
Tim redaksi PeachyTrip News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi PeachyTrip adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.