Ekonomi China Mulai Melambat, Ambisi 'Engineering State' Kini Hadapi Krisis Baru
Pertumbuhan ekonomi turbocharged yang sempat membuat China menjadi raksasa dunia kini mulai melambat dan menghadapi masalah baru. Sistem "engineering state" atau negara rekayasa yang mengandalkan perencanaan terpusat memicu krisis baru. China kini harus berhadapan dengan dampak buruk overbuilding dan ancaman malinvestment.
Dalam beberapa dekade terakhir, China sukses membangun jaringan kereta cepat, jembatan megah, hingga apartemen massal di seluruh wilayahnya. Cetak biru pembangunan ini didorong oleh keyakinan bahwa pemerintah bisa merekayasa jalan keluar dari setiap masalah ekonomi. Namun, ambisi besar tersebut kini mulai menemui titik jenuh dan menimbulkan keputusasaan baru.
"Ini adalah potret kejenuhan dari sebuah kesuksesan besar, di mana pembangunan yang terlalu masif justru berbalik menjadi beban ekonomi," ujar Robert Smith dalam ulasan Planet Money Summer School baru-baru ini.
Kondisi ini diperparah oleh krisis sektor real estat yang kontras dengan era kejayaan tahun 2000-an. Saat ekonomi melambat, banyak proyek properti mangkrak dan investasi menjadi tidak efisien. Di sisi lain, angka pengangguran usia muda terus melonjak tajam karena minimnya ketersediaan lapangan kerja kerah putih.
Banyak lulusan baru di China yang kini frustrasi karena kesulitan mencari pekerjaan yang layak. Sebagian dari mereka bahkan memilih untuk menarik diri sepenuhnya dari pasar kerja dan tidak mau bekerja lagi. Fenomena keputusasaan massal ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan kemakmuran ekonomi China tengah berada di persimpangan jalan.
Artikel Lainnya
Media ternama NPR kembali meluncurkan program podcast unggulannya, Planet Money Summer School. Musim terbaru ini membeda...
Presiden AS Donald Trump resmi memberlakukan tarif impor sebesar 50% pada sebagian besar produk asal Kanada dengan tuduh...
Kementerian Perdagangan China memberikan sinyal bahwa Amerika Serikat (AS) akan memulihkan hak istimewa perdagangan bagi...
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan mengubah skema jatah bagasi gratis untuk seluruh penumpang dari sistem berat tota...
Platform pasar prediksi Kalshi mencatatkan lonjakan transaksi taruhan Piala Dunia hingga mencapai USD 40 miliar, jauh me...