Kamis, 23 Juli 2026

Dilema Daur Ulang Baterai Mobil Listrik, Nilai Ekonomis Rendah Bebani Pengusaha

Industri daur ulang baterai kendaraan listrik (EV) kini dihadapkan pada persoalan matematis yang pelik. Banyak pengusaha tempat pembuangan mobil (salvage yard) terbebani oleh stok baterai bekas yang tidak memiliki nilai jual, bahkan beberapa di antaranya harus membayar mahal fasilitas daur ulang untuk mengangkut limbah berbahaya tersebut akibat pergeseran tren material baterai yang lebih murah.

Industri kendaraan listrik (EV) global kini dihadapkan pada tantangan besar terkait pengelolaan limbah baterai bekas. Di Massachusetts, Amerika Serikat, para pemilik tempat pembongkaran mobil mulai mengeluhkan nihilnya keuntungan dari hasil penjualan baterai EV untuk didaur ulang. Alih-alih meraup profit dari kandungan mineral berharga, mereka justru kerap menanggung biaya operasional yang tinggi.

Baterai hibrida dan EV sejatinya kaya akan mineral penting seperti nikel, kobalt, mangan, dan litium yang diekstrak menjadi bubuk hitam (black mass) untuk bahan baku baru. Namun, tingginya biaya pengiriman logistik material berbahaya membuat pengusaha kecil tidak mampu mencapai skala ekonomi. Kondisi ini berisiko memicu penumpukan limbah berbahaya di berbagai tempat penampungan.

"Bagi kami, opsi terbaik saat ini adalah ada pihak daur ulang yang mau mengambil baterai ini tanpa kami harus membayar biaya sepeser pun," ujar Thomas Andrade, pemilik Everett Auto Parts saat ditemui di lokasi operasionalnya, Juli 2026.

Kondisi ini diperparah oleh tren pabrikan otomotif yang mulai beralih dari baterai berbasis nikel-kobalt ke Lithium Iron Phosphate (LFP) yang jauh lebih murah. Berdasarkan data Benchmark Mineral Intelligence, baterai LFP memiliki nilai sisa yang sangat rendah, bahkan fasilitas daur ulang di Amerika Utara mengenakan biaya masuk (gate fee) sekitar 1,5 hingga 2 dolar AS per kilogram bagi siapa saja yang ingin membuangnya.

Hingga saat ini, sebagian besar volume baterai yang masuk ke fasilitas daur ulang di Amerika Serikat masih didominasi oleh produk cacat produksi (scrap) dari pabrik besar, bukan dari kendaraan umum yang telah habis masa pakainya. Pola distribusi ini diperkirakan akan berubah drastis seiring meningkatnya populasi EV yang mencapai akhir siklus hidupnya dalam beberapa tahun ke depan.

Sumber: Laporan All Things Considered NPR berdasarkan wawancara dengan pelaku industri daur ulang, perwakilan otomotif, dan pengamat industri di Amerika Serikat, 13 Juli 2026.
Redaksi PeachyTrip
Redaksi PeachyTrip
Tim redaksi PeachyTrip News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi PeachyTrip adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.